Pengaruh Variasi Tinggi Cerobong Kompor Roket terhadap Performa Pembakaran
The Effect of Variation in Rocket Stove Chimney Height on Combustion Performance
DOI:
https://doi.org/10.25047/nacia.v3i1.287Keywords:
Chimney effect, Efisiensi pembakaran, Kompor roketAbstract
Kenaikan harga dan kelangkaan LPG mendorong masyarakat pedesaan untuk memanfaatkan tungku tradisional berbahan bakar biomassa. Namun pembakaran pada tungku tradisional sangat tidak efisien, sehingga mengakibatkan pemborosan biomassa dan polusi udara. Kompor roket dikembangkan sebagai alternatif tungku biomassa dengan efisiensi tinggi. Tinggi cerobong berpengaruh terhadap performa pembakaran kompor roket, tetapi belum ada penelitian tentang pengaruh tinggi cerobong terhadap performa pembakaran roket. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi tinggi cerobong terhadap performa pembakaran kompor roket. Tiga kompor roket dengan tinggi cerobong 350, 400, dan 450 mm dibuat dari besi hollow persegi berukuran 100×100 mm dan ketebalan 1,5 mm. Performa pembakaran ditentukan dengan mengukur kenaikan suhu air yang bisa dihasilkan dari pemanasan air selama 15 menit. Performa pembakaran optimum dihasilkan oleh kompor dengan tinggi cerobong 400 mm yang menghasilkan kenaikan suhu air sebesar 57°C. Performa pembakaran meningkat sebanding dengan tinggi cerobong hingga nilai tinggi optimum. Tinggi cerobong melebihi nilai optimum tidak menghasilkan kenaikan performa pembakaran yang signifikan akibat semakin besarnya panas pembakaran yang hilang secara konduksi melalui dinding cerobong kompor roket. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan kompor roket yang memiliki efisiensi pembakaran tinggi.
