Penerapan Mertode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) Untuk Mengidentifikasi Kerusakan Dan Usulan Kegiatan Perawatan Mesin Trinick di PT XYZ
Application of FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) to Identify Damage and Proposed Trinick Machine Maintenance Activities at PT XYZ
DOI:
https://doi.org/10.25047/nacia.v3i1.277Keywords:
FMEA, mesin trinick, Perawatan, RPN, FishboneAbstract
Mesin Trinick berfungsi sebagai mesin sortasi yang mengklasifikasi teh berdasarkan mutu jenisnya dan menjadi salah satu mesin terpenting dalam menjaga kualitas bubuk teh. Karena kurangnya perawatan dan umur pemakaian yang sudah cukup lama membuat beberapa komponen menjadi aus hingga mengakibatkan banyaknya downtime. Hal ini mempengaruhi akurasi penyortiran teh berdasarkan mutu dan menyebabkan penurunan produksi serta biaya perawatan yang tinggi. Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan dan kesalahan yang terjadi dalam mesin Trinick. Pengumpulan data kerusakan mesin dilakukan dengan wawancara kepada mandor dan teknisi serta mengamati secara langsung kerusakan pada mesin Trinick PT XYZ. Dari perhitungan nilai RPN, angka 136,8 menjadi nilai RPN kritis. Terdapat tiga komponen yang memiliki nilai RPN diatas nilai kritis bearing (280), rantai conveyor (240) dan rantai roll (224). Ketiga komponen prioritas memerlukan perawatan preventive yakni dilakukannya pengecekan sebelum mesin dioperasikan sebagai pencegahan kerusakan. Selanjutnya pengaplikasian diagram fishbone untuk mencari sebab akibat terjadinya kerusakan dan didapatkan empat penyebab kerusakan yakni manusia, metode, mesin dan lingkungan yang mengakibatkan penurunan kinerja mesin Trinick saat proses pemisahan mutu. Maka pemberian usulan kegiatan perawataan mesin dilakukan dengan metode 5W1H. Metode tersebut memberikan usulan perawatan dengan pertanyaan dasar yang diawali apa, mengapa, kapan, dimana, siapa, dan bagaimana
