Identifikasi Tingkat Produksi Padi pada Kecamatan di Kabupaten Jember Menggunakan Metode K-Means Clustering
Identification of Rice Production Levels in Sub-Districts of Jember Regency Using the K-Means Clustering Method
DOI:
https://doi.org/10.25047/nacia.v3i1.374Keywords:
Padi, Produksi, K Means Clustering, Kabupaten JemberAbstract
Padi merupakan komoditas pangan utama yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah lumbung padi di Jawa Timur menunjukkan potensi produksi yang cukup besar, namun distribusi produksinya tidak merata antar kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat produksi padi di Kabupaten Jember menggunakan metode K- Means Clustering. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa jumlah produksi padi pada 31 kecamatan di Kabupaten Jember yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan melalui tahapan penentuan jumlah klaster, inisialisasi centroid, perhitungan jarak dengan Euclidean Distance, pengelompokan, serta pembaruan centroid hingga konvergen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi padi di Kabupaten Jember dapat dikelompokkan ke dalam tiga klaster utama, yaitu klaster produksi tinggi (8 kecamatan/24,2%), produksi sedang (10 kecamatan/30,3%), dan produksi rendah (13 kecamatan/39,4%). Karakteristik klaster memperlihatkan bahwa ketersediaan lahan, jaringan irigasi, serta adopsi teknologi berperan besar dalam menentukan tingkat produksi. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan metode data mining, khususnya K-Means Clustering, dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai distribusi produksi padi antar wilayah, serta menjadi dasar yang relevan dalam perumusan kebijakan pembangunan pertanian di tingkat daerah
