Teknologi Non-Termal untuk Ekstraksi Hijau Polisakarida Jamur: Tinjauan Kritis tentang Intensifikasi Proses, Rekayasa Struktur, Bioaktivitas, dan Aplikasinya Non-Thermal Technologies for the Green Extraction of Fungal Polysaccharides: A Critical Review of
Non-Thermal Technologies for the Green Extraction of Fungal Polysaccharides: A Critical Review of Process Intensification, Structural Engineering, Bioactivity, and Applications
DOI:
https://doi.org/10.25047/nacia.v4i1.691Keywords:
Ekstraksi, Jamur, Pleurotus ostreatus, Polisakarida, Teknologi Non-termalAbstract
Polisakarida jamur merupakan sumber senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan untuk material pangan, pangan fungsional, dan nutrasetikal. Ekstraksi konvensional memiliki keterbatasan berupa penggunaan energi dan pelarut yang tinggi serta risiko degradasi senyawa sensitif terhadap panas. Kajian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi ekstraksi non-termal terhadap karakteristik, bioaktivitas, dan potensi aplikasi polisakarida jamur. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menelaah artikel penelitian primer yang diperoleh melalui Google Scholar, mencakup Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), Pulsed Electric Field (PEF), High-Pressure Processing (HPP), plasma dingin, Enzyme-Assisted Extraction (EAE), dan Deep Eutectic Solvents (DES). Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat meningkatkan perolehan polisakarida dan memodifikasi berat molekul, kelarutan, gugus fungsi, serta aktivitas biologis. Efektivitas ekstraksi bergantung pada intensitas perlakuan dan bioaktivitas target. Pengembangan selanjutnya perlu diarahkan pada ekstraksi berbasis struktur, fungsi, keberlanjutan, dan kesiapan skala industri.
