Analisis Komparatif Pemenuhan Parameter Mutu SNI 2323:2008/Amd.1:2010 Antara Biji Kakao Perkebunan Rakyat dan Komersial
DOI:
https://doi.org/10.25047/nacia.v4i1.624Keywords:
biji kakao, komparatif, mutu fisik, pascapanen, SNI 2323:2008/Amd1:2010Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan profil pemenuhan parameter mutu SNI 2323:2008/Amd1:2010 pada biji kakao hasil produksi perkebunan rakyat (R1, R2, R3) dan perkebunan komersial (P1, P2, P3). Pengujian mutu fisik laboratorium mencakup persyatan umum (kadar air, kadar biji pecah, serangga hidup, bau asing, benda asing) dan persyaratan khusus (biji berjamur, biji slaty, biji berserangga, kadar kotoran, biji berkecambah, dan jumlah biji per 100 gram). Data dianalisis secara deskriptif serta statistik menggunakan Independent Samples t-test pada taraf kepercayaan 95% (). Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh sampel bebas dari serangga hidup, bau asing, dan benda asing. Namun, terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok pada parameter kadar air, kadar biji pecah, biji berjamur, biji slaty, biji berserangga, kadar kotoran, dan biji berkecambah. Kakao komersial secara umum menunjukkan kontrol proses pengeringan dan fermentasi yang lebih konsisten. Meskipun demikian, seluruh sampel kakao rakyat dan komersial gagal memenuhi kualifikasi mutu SNI akibat tingginya kadar kotoran yang didominasi oleh biji pipih, biji dempet, dan pecahan biji. Kesimpulannya, perbaikan mutu fisik biji kakao perlu difokuskan pada pengolahan pascapengeringan, terutama pengoptimalkan teknik penyortiran dan pemisahan kotoran sebelum pemasaran.
