Potensi Prebiotik Komponen Legum: Bukti Terkini, Modulasi Mikrobiota Usus, dan Implikasinya bagi Pangan Fungsional
Prebiotic Potential of Legumes Components: Current Evidence, Gut Microbiota Modulation, and Implications for Functional Foods
DOI:
https://doi.org/10.25047/nacia.v4i1.677Keywords:
legum, mikrobiota usus, oligosakarida, pangan fungsional, prebiotikAbstract
Legum merupakan kelompok pangan nabati yang mengandung berbagai komponen potensial prebiotik dan berpeluang dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Artikel ini bertujuan untuk meninjau bukti terkini mengenai potensi prebiotik komponen legum, perannya dalam modulasi mikrobiota usus, serta implikasinya bagi pengembangan pangan fungsional. Kajian disusun menggunakan pendekatan narrative literature review melalui penelusuran artikel penelitian pada beberapa basis data ilmiah, termasuk Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, PubMed, dan Google Scholar, yang dipublikasikan pada periode 2017-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa raffinose family oligosaccharides (RFO), pati resisten, dan fraksi serat merupakan komponen legum yang berpotensi mencapai kolon dan difermentasi oleh mikrobiota. Pemanfaatan komponen tersebut dapat memengaruhi komposisi dan aktivitas metabolik mikrobiota melalui interaksi antarmikroba serta menghasilkan metabolit seperti asam lemak rantai pendek. Respons mikrobiota yang dipengaruhi oleh karakteristik dan struktur substrat, jenis legum, proses pengolahan, serta kondisi mikrobiota awal. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pangan fungsional melalui pemanfaatan legum sebagai matriks alami, optimasi komponen tertentu, serta pengembangan produk fermentasi atau sinbiotik. Penelitian intervensi pada manusia diperlukan untuk mengonfirmasi pemanfaatan komponen secara selektif oleh mikrobiota dan keterkaitannya dengan manfaat kesehatan.
