Analisis Kualitas Produk Bawang Goreng di UKM Sambal Bawang Mbak May dengan Metode Kano dan QFD
Analysis of the Quality of Fried Onion Products at the UKM Sambal Bawang Mbak May Utilizing the Kano and QFD Methodologies
DOI:
https://doi.org/10.25047/nacia.v2i1.223Keywords:
bawang goreng, kano, kualitas produk, quality function deploymentAbstract
saha Kecil Menengah (UKM) merupakan sektor penting yang berkaitan dengan perdagangan dan industri pengolahan, sering kali beroperasi di tingkat rumah tangga. Salah satu UKM yang melakukan produksi bawang goreng adalah UKM Sambal Bawang Mbak May dengan kapasitas produksi bawang goreng 7 kg/minggu dengan berat per kemasan adalah 250 gram. Untuk meningkatkan kualitas produk dapat dilakukan menggunakan metode Kano dan Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Kano dapat ditentukan atribut yang berpengaruh terhadap mutu dari produk bawang goreng UKM sambal bawang mbak May yaitu atribut yang termasuk dalam kategori M (must be) yaitu atribut Aroma, Tekstur, Kemudahan membuka kemasan dan bahan yang digunakan, Informasi produk (P-IRT, halal, ISO, SNI, nomor layanan konsumen) dan Kenampakan desain. Atribut Rasa termasuk dalam kategori O (One dimensional), dan terdapat atribut yang termasuk dalam kategori I (Indefferent) yaitu atribut Warna, Harga produk, dan Masa simpan. Penerapan metode QFD terdapat 6 atribut mutu, dan yang menjadi prioritas perbaikan berdasarkan nilai raw weight, yaitu atribut Informasi produk (P-IRT, halal, ISO, SNI, nomor layanan konsumen) dengan nilai 15. Respon teknis atau tahapan proses yang menjadi prioritas perbaikan adalah proses pengemasan dengan nilai weighted importance adalah 210.