Inovasi Dan Diversifikasi Modisco Moringa Dalam Rangka Peningkatan Status Gizi Balita Di Tefa NCC Polije (Studi Kasus Di TPA Daycare DWP Polije)

Marketing Innovation for Goat Milk Products at Goatzilla Farm using the Business Model Canvas Approach

Authors

  • Indah Muflihatin Politeknik Negeri Jember
  • Niyalatul Muna Politeknik Negeri Jember
  • Demiawan Rachmatta Putro Mudiono Politeknik Negeri Jember
  • Andri Permana Wicaksono Politeknik Negeri Jember

Keywords:

Gizi Buruk, Kelor, Modisco

Abstract

Status gizi pada balita atau anak usia dini merupakan hal yang sangat penting, perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini bersifat irreversible. Masalah gizi pada masa ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada anak selanjutnya. Kementerian Kesehatan mengemukakan hasil survei tetang Status Gizi Indonesia (SSGI) bahwa prevalensi stunting di Indonesia mulai turun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia pada tahun 2024 yaitu 14%. Sedangkan standart dari WHO terkait prevalensi stunting adalah kurang dari 14%. (Kemenkes RI, 2023). Prevalensi gizi kurang di Kabupaten Jember sebesar 11,7%, sedangkan prevalensi gizi buruk sebesar 1,61%, sedangkan balita yang mengalami gizi buruk BB/TB atau sangat kurus sebanyak 128 balita, dan balita gizi buruk dengan tanda klinis mendapat perawatan sebanyak 9 balita. Faktor yang menyebabkan gizi buruk adalah karena anak kurang mendapat asupan gizi seimbang dalam waktu cukup lama. Dalam pengabdian ini, kami akan melaksanakan program pilar yang ke 4 yaitu menyediakan pangan yang baik dimana upaya mengatasi masalah gizi buruk dan gizi kurang adalah dengan Pemberian Makanan Tambahan.  Makanan tambahan yang dipilih dalam hal ini adalah Modisco yang sudah dimodifikasi kelor (Moringa Oleifera). Salah satu upaya untuk mengatasi masalah gizi kurang adalah dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita dengan memanfaatkan pangan lokal, salah satunya yaitu modisco (Modified Dried Skimmed Milk and Coconut Oil). Modisco telah teruji dan memenuhi syarat-syarat khusus diet untuk anak balita sehingga dapat digunakan untuk perbaikan status gizi. Modisco memiliki kandungan energi dan protein yang tinggi. Meskipun demikian, balita juga memerlukan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan aktifitas tubuh yang optimal. Kelor (Moringa oleifera) adalah salah satu pangan lokal yang padat gizi. Kelor mengandung senyawa alami yang lebih banyak dan beragam dibanding jenis tanaman lainnya. Tanaman kelor mengandung 18 asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel baru serta puluhan  vitamin dan mineral. Penggunaan kelor dalam pembuatan modisco dapat menambah kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh balita. Berdasarkan hal tersebut pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan kelor terhadap kandungan gizi dan daya terima modisco.

Downloads

Published

2025-01-07

Conference Proceedings Volume

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.