Revitalisasi Sentral Kentang melalui Penerapan Sistem Smart Farming dan Agrologistik Pintar dalam Proses Produksi Serta Pengembangan produk Mashed Potato di Bondowoso

Revitalization of the Potato Center through the Implementation of Smart Farming and Smart Agrology Systems in the Production Process and Development of Mashed Potato products in Bondowoso

Authors

  • Rudi Wardana Politeknik Negeri Jember
  • Faisal Lutfi Afriansyah Politeknik Negeri Jember
  • Huda Oktafa Politeknik Negeri Jember

Keywords:

agrologistik, kentang, mashed potato, revitalisasi

Abstract

Kelompok petani “Potato” desa Sempol Kabupaten Bondowoso berada pada ketinggian antara 1.050 sampai 1500 mdpl. yang sangat mendukung budidaya kentang. Meskipun dengan adanya dukungan sumber daya alam, terdapat permasalahan pada ketersediaan bibit unggul, dimana produksi bibit kentang rata-rata hanya mencapai 10 ton/ha. Hal ini karena proses seleksi terhadap bibit kurang optimal, sehingga tingkat kontaminasi bibit kentang yang tinggi, seperti serangan, pathogen yang terdiri dari bakteri, virus, dan jamur. Tujuan pengabdian ini yaitu meningkatkan kemampuan Mitra dalam melakukan pembibitan dan pasca panen kentang serta pengolahan dan pemasaran produk yang inovatif sehingga dapat menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan memberdayakan petani untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi dengan penerapan sistem smart farming dengan memanfaatkan teknologi. Selain itu, pengembangan sistem agrologistik pintar akan membantu meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok, serta pengembangan produk seperti mashed potato menawarkan potensi besar bagi diversifikasi produk dan peningkatan nilai ekonomi. Hasil dari pengabdian ini yaitu terdapat  peningkatan pengetahuan sebesar 80% petani terkait pembibitan tanaman kentang.  Iklim mikro dan sarana untuk pembibitan menjadi sesuai dengan modifikasi teknologi melalui penambahan asset dalam bentuk rumah pembibitan kentang dengan smart Screenhouse.  Tingkat kontaminasi dapat diminimalisir sampai 90% dengan proses sterilisasi dan seleksi yang sesuai SOP.

Downloads

Published

2025-01-14

Conference Proceedings Volume

Section

Articles