Penerapan Teknologi BUJANGSETA (Buah Berjenjang Sepanjang Tahun) Dalam Keberhasilan Pengembangan Sentra Agribisnis Jeruk di Kabupaten Jember

Application of BUJANGSETA Technology for Succesfull Development of Agribusiness’s Orange Centers in Jember Regency

Authors

  • Dwi Putro Sarwo Setyohadi Politeknik Negeri Jember
  • Fandyka Yufriza Ali Politeknik Negeri Jember
  • Rizky Nirmala Kusumaningtyas Politeknik Negeri Jember
  • Refa Firgiyanto Politeknik Negeri Jember

Abstract

Jeruk (Citrus sp.)  merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan di Indonesia. Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen jeruk untuk memenuhi permintaan dalam dan luar negeri. Namun, permintaan jeruk berkualitas tinggi di tingkat nasional belum terpenuhi, sehingga impor jeruk terus meningkat setiap tahun. Akibatnya, Indonesia menjadi pengimpor jeruk terbesar kedua di ASEAN setelah Malaysia. Kabupaten Jember merupakan daerah terbesar penghasil jeruk siam di Provinsi Jawa Timur pada periode tahun 2020-2022 dengan produksi terbesar dihasilkan pada tahun 2021 yaitu sebesar 349.310 ton/tahun. Kecamatan Rambipuji merupakan salah satu daerah pengembangan baru jeruk siam di kabupaten Jember. Kelompok tani Mudi Rezeki merupakan kelompok tani yang focus terhadap pengembangan komoditas Hortikultura khusunya adalah tanaman jeruk. Pada periode tahun 2019-2021 kecamatan Rambipuji menempati peringkat pertama dalam perluasan area tanam jeruk siam di kabupaten Jember dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 6,66% termasuk pengembangan jeruk dikelompok tani Mudi Rezeki. Namun dengan adanya kenaikan luas area tanaman tersebut tidak berbanding lurus dengan produksi buah jeruk di daerah Rambipuji. Rendahnya produktifitas tanaman jeruk siam tersebut terjadi karena proses budidaya tanaman jeruk yang masih konvensional dan banyaknya hama penyakit yang menyerang tanaman jeruk siam dia area tersebut. Pada kegiatan pengabdian ini Para petani yang tergabung dalam Gapoktan Mudi Rezeki selaku mitra akan mendapatkan pengetahun dan peningkatan ketrampilan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan dalam implementasi teknologi Bujangseta dalam sistem budidaya jeruk siam yang sesuai dengan GAP sehingga akan menghasilkan produksi jeruk siam yang kontinyu dan optimal secara kualitas maupun kuantitas. Capaian kegiatan pengabdian ini yaitu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para petani terkait dengan implementasi teknologi Bujangseta untuk menghasilkan produksi yang kontinyu. Pada akhir kegiatan akan meningkatkan ketrampilan dalam budidaya jeruk siam yang dilakukan oleh para petani dalam menerapkan sistem  Good Agricultural Practices (GAP) dan  Good Handling Practices (GHP) sehingga akan berefek pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi jeruk

Downloads

Published

2025-01-03

Conference Proceedings Volume

Section

Articles